“Kau tak seharusnya berharap banyak kepadanya, sebab belum tentu dia memenuhi apa yang engkau bayangkan selama ini. Kau tak pernah benar-benar tahu isi hatinya, siapa yang menetap di sana. Bisa saja ada orang lain atau mungkin dia masih hidup dalam masa lalunya. Kau hanya sebatas mampu menduga dan menerka bukan menerjemah rasa.
Kau tak seharusnya menyimpan perasaan terlalu jauh, sebab dia bisa kapan saja mematahkanmu hingga terjatuh dan lumpuh. Ungkapan setia pun menemani sampai tua kerap kali hanya sebagai penenang, penuh omong kosong dan dusta dalam kata-kata tanpa ada pembuktian yang nyata.
Persiapkan dirimu untuk luka yang akan datang, jangan pernah kalah dan goyang. Jangan menjadi pecundang rindu, jangan pula menjadi insan yang pasrah dengan sendu. Kau lebih berharga dari apapun, yang pergi biarkan berlalu, yang baru hadir buat pelajaran agar tak serupa kisah terdahulu.”
_phosphenous_