Friday, April 19, 2019

Surat sederhana untuk Papa.

papa.. apakabar?
aku harap papa selalu bahagia. 

papa..  aku senang..
papa tetap terlihat sehat di usia papa yang sudah menginjak 55 tahun. 
namun, aku tidak pernah mengetahui apa perasaan papa. 
aku tidak selalu tahu apa yang papa inginkan, butuhkan. 
penyakit yang menimpa papa selama hampir 5 tahun ini membuat papa hanya terbaring lemah, kadang papa bersuara, kalau papa ingin diperhatikan pintanya.. tapi tidak lebih dari itu..


papa, aku rindu. 
aku rindu diperhatikan seperti dulu. aku rindu saat-saat bahagia bersama mu, dan kita semua lengkap. 

pa, aku rindu.
rindu engkau bermain gitar, piano dan menyanyikan lagu anakku na burju, boru panggoaran dan mengelus kepalaku.

papa, aku rindu.
rindu perasaan bahagia tak terhingga saat melihat wajahmu yang menjemput ku atau perasaan aman saat kau antar aku. maklum ya pa, anak perempuan mu ini sudah mandiri dr dulu. ada perasaan senang saat diperhatikan.

papa aku rindu... 
nasihat dan kehadiranmu di saat-saat terendah dalam hidupku. pun disaat aku sangat bahagia. tapi sekarang tidak bisa lagi... tidak apa-apa pah. aku harus tetap mengucap syukur. 


papa, sekarang suasana rumah sedikit berbeda. 
aku sudah dewasa tapi aku tetap ingin jadi gadis kecil papa yang selalu dimanja.
maaf ya pa, kalau aku pernah menyakiti hatimu.. atau permintaan ku terlalu banyak sehingga kau lelah bekerja. 

papa, aku sedang tidak baik-baik saja. 
aku sedih tapi aku tidak tahu aku kenapa. 
aku lelah tapi aku harus tetap berjuang. 
demi cita-cita. demi masa depanku. demi membanggakan dirimu. 

papa.. maafkan aku jika sampai saat ini aku masih sering keras kepala, banyak permintaan bahkan sering lupa menanyakan kabarmu.

tapi satu hal yang pasti, 
aku bersyukur kepada Tuhan karena memiliki orangtua terbaik sepertimu. 
aku akan selalu mendoakan mu.. sampai Tuhan menjawab doa dan harapan keluarga kita.