Aku tak meminta kamu untuk mengerti dengan akhirnya aku yang pergi. Aku pun muak dengan diri sendiri.
Aku terlalu banyak berbagi tentang hal yang tak seharusnya kau ketahui. Percayalah, aku tak kecewa sama sekali dengan fakta bahwa kita pernah berbagi, aku akan menyimpan kisahmu dengan baik, kalau kau melakukan hal yang sama aku akan sungguh berterima kasih.
Untuk meninggalkan dan mengurangi banyak beban, pikiran ini sudah bersarang berbulan-bulan. Selama ini banyak yang tak mengutarakan bahwa aku adalah beban, bahwa hadirku tak begitu diinginkan— dibutuhkan. Maka dengan berdasar kesadaran diri, aku beranjak dan memastikan diri bahwa aku tak butuh lagi untuk dimengerti.
Kamu, dia, mereka.
Siapa selanjutnya? Aku memilih tak memiliki siapa-siapa, daripada harus berbagi percaya dan harapan berubah kecewa. Cukup. Sudah terlalu banyak yang menderita, sudah terlalu banyak yang kuberi kecewa dan luka. Sedikit banyaknya kamu mengerti, semoga akhirnya bisa menerima.
Pertemanan dan hubungan yang pernah ada. Tawa dan cerita yang pernah masuk dalam telinga. Waktu dan nestapa yang tak ada duanya. Tak ada yang tak berarti, meski berkali aku bersangkal.
Ini, sampai di sini. Semoga bahagia selalu menyertai.
Nanti kita akan bertemu lagi, mungkin. Disaat kau bahagia dan aku juga. Kita akan tersenyum tanpa sapaan. Lalu berlalu seperti tidak terjadi apa-apa.
Mari diam, dan sama-sama saling melupakan.
(credits to the writer)
No comments:
Post a Comment
comment in here! I will reply it <3